spacer
spacer
 

Cerita Dari Kampung

Bencana Bukan Kutukan
Kamis, 21 Januari 2010 | Administrator

Bencana Bukan Kutukan “Bencana yang kami tahu selama ini adalah kutukan Tuhan karena manusia di kampung sudah tidak setia, hari minggu tidak pergi ke gereja, berlaku tidak baik ke...
Selengkapnya

Cerita Lainnya

Berita

Kodam Baru di Papua Barat Perlu dikaji Ulang
Kamis, 21 Januari 2010

Kodam Baru di Papua Barat Perlu dikaji Ulang TEMPO Interaktif, Jayapura - Rencana pembentukkan Komando Daerah Militer (Kodam)...
Selengkapnya

Satu Tewas, Lima Balita Dirawat: Akibat Gizi Buruk di TTS
Kamis, 21 Januari 2010

Satu Tewas, Lima Balita Dirawat: Akibat Gizi Buruk di TTS Soe, Timex- Febiyanti Nabu (11 bulan) merupakan salah satu pasien diare dan komplikasi dengan...
Selengkapnya

Kodam Baru di Papua Barat Perlu dikaji Ulang
Written by Administrator   
Kamis, 21 Januari 2010
 

TEMPO Interaktif, Jayapura - Rencana pembentukkan Komando Daerah Militer (Kodam) di wilayah Provinsi Papua Barat masih dalam kajian dari Markas Besar TNI Angkatan Darat. Hal ini dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI George Toisutta kepada wartawan saat ditemui di Markas Kodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Senin (18/01). "Tahun ini hanya pembentukkan Kodam di Provinsi Kalimantan Barat," tegasnya.

Menurut George, pengkajian ulang ini dikarenakan banyak wacana pro dan kontra di kalangan masyarakat Papua tentang pembentukkan Kodam baru di Papua. "Pro-kontra ini wajar. Sebagai salah satu organisasi yang dinamis, kami harus mengkajinya ulang. Pengkajian ini untuk penyempurnaan. Jika ada yang pro, pasti ada kepentingan dan yang kontra, juga ada kepentingan sendiri," jelasnya.

Tapi yang pasti, kata George, sekarang ini semua pihak harus mempunyai kepentingan yang sama menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Jadi mari silahkan bicara. Jangan bicara dari sudut lain. Sebab, siapa bilang Papua tak aman. Jika bilang tak aman, orang itu dari mana," katanya, usai menghadiri upacara serah terima jabatan Pangdam XVII Cenderawasih dari Mayjend TNI A.Y. Nasution ke Mayjend TNI Hotma Marbun.

Selain itu, lanjut George, jika ada kelompok-kelompok yang menghendaki pasukan TNI ditarik dari Papua, harus mempunyai alasan dan fakta yang jelas. "Silahkan saja kelompok-kelompok lain berkomentar, tapi harus juga ada buktikan. Misalnya, berikan kami fakta. Kalau tak ada faktanya, itu artinya ngomong doang. Jadi biarin aja, kami anggap itu kritis dan nasehat untuk menyegarkan kami," tandasnya.

Dari data yang didapat, memang sehari sebelumnya dalam keterangan persnya di Kantor Kontras di Jakarta, Wakil Ketua Komnas HAM Papua Matius Murib mengatakan, pasukan TNI harus ditarik seluruhnya dari Papua jika ingin menciptakan dialog antara pemerintah dan warga Papua menjadi aman. Alasannya, sebab selama ini keberadaan TNI di Papua, sebagai salah satu faktor yang terus menyebabkan serangkaian kasus kekerasan di Papua sering terjadi. CUNDING LEVI

 

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/18/brk,20100118-219755,id.html
Editor Review Komentar Quote Related articles Read more...
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

EnglishBahasa Indonesia

Login Form






Lost Password?

Action Calls

Polling

Apa pendapat anda mengenai tampilan website PIKUL saat ini?
 

Newsletter & Majalah PIKUL

  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
 

Annual Report

Laporan Tahunan 2008

Laporan Tahunan 2008 Laporan Tahunan PIKUL pada Periode Tahun...
Selengkapnya

Analisa Media

Analisa Media Tahun 2009

Analisa Media Tahun 2009 Analisis Media yang bersumber dari...
Selengkapnya

Publikasi Mitra

Publikasi Mitra

Publikasi Mitra Publikasi Mitra PIKUL di NTTT Lihat...
Selengkapnya

Penelitian

Penelitian Energi

Penelitian Energi Penelitian Ketahanan Energi oleh...
Selengkapnya