|
TEMPO Interaktif,
Jayapura - Rencana pembentukkan Komando Daerah Militer (Kodam) di
wilayah Provinsi Papua Barat masih dalam kajian dari Markas Besar TNI
Angkatan Darat. Hal ini dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jendral
TNI George Toisutta kepada wartawan saat ditemui di Markas Kodam XVII
Cenderawasih, Kota Jayapura, Senin (18/01). "Tahun ini hanya
pembentukkan Kodam di Provinsi Kalimantan Barat," tegasnya.
Menurut
George, pengkajian ulang ini dikarenakan banyak wacana pro dan kontra
di kalangan masyarakat Papua tentang pembentukkan Kodam baru di Papua.
"Pro-kontra ini wajar. Sebagai salah satu organisasi yang dinamis, kami
harus mengkajinya ulang. Pengkajian ini untuk penyempurnaan. Jika ada
yang pro, pasti ada kepentingan dan yang kontra, juga ada kepentingan
sendiri," jelasnya.
Tapi yang pasti, kata George, sekarang ini
semua pihak harus mempunyai kepentingan yang sama menjaga keutuhan
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Jadi mari silahkan bicara.
Jangan bicara dari sudut lain. Sebab, siapa bilang Papua tak aman. Jika
bilang tak aman, orang itu dari mana," katanya, usai menghadiri upacara
serah terima jabatan Pangdam XVII Cenderawasih dari Mayjend TNI A.Y.
Nasution ke Mayjend TNI Hotma Marbun.
Selain itu, lanjut George,
jika ada kelompok-kelompok yang menghendaki pasukan TNI ditarik dari
Papua, harus mempunyai alasan dan fakta yang jelas. "Silahkan saja
kelompok-kelompok lain berkomentar, tapi harus juga ada buktikan.
Misalnya, berikan kami fakta. Kalau tak ada faktanya, itu artinya
ngomong doang. Jadi biarin aja, kami anggap itu kritis dan nasehat
untuk menyegarkan kami," tandasnya.
Dari data yang didapat,
memang sehari sebelumnya dalam keterangan persnya di Kantor Kontras di
Jakarta, Wakil Ketua Komnas HAM Papua Matius Murib mengatakan, pasukan
TNI harus ditarik seluruhnya dari Papua jika ingin menciptakan dialog
antara pemerintah dan warga Papua menjadi aman. Alasannya, sebab selama
ini keberadaan TNI di Papua, sebagai salah satu faktor yang terus
menyebabkan serangkaian kasus kekerasan di Papua sering terjadi. CUNDING LEVI
Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/18/brk,20100118-219755,id.html
|