spacer
spacer
 

Cerita Dari Kampung

Bencana Bukan Kutukan
Kamis, 21 Januari 2010 | Administrator

Bencana Bukan Kutukan “Bencana yang kami tahu selama ini adalah kutukan Tuhan karena manusia di kampung sudah tidak setia, hari minggu tidak pergi ke gereja, berlaku tidak baik ke...
Selengkapnya

Cerita Lainnya

Berita

Tolak Tambang, Selamatkan Sumba!(Aksi FPLH Sumba 5 Juni 2010)
Senin, 07 Juni 2010

Tolak Tambang, Selamatkan Sumba!(Aksi FPLH Sumba 5 Juni 2010) Memperingati Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2010, Forum Peduli...
Selengkapnya

DPRD Minta Pemerintah Kota Ambil Langkah
Rabu, 02 Juni 2010

DPRD Minta Pemerintah Kota Ambil Langkah Kota Baru, KURSOR, “DPRD Kota Kupang meminta Pemerintah Kota Kupang...
Selengkapnya

Tolak Tambang, Selamatkan Sumba!(Aksi FPLH Sumba 5 Juni 2010)
Written by Administrator   
Senin, 07 Juni 2010
 

Memperingati Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2010, Forum Peduli Lingkungan Hidup-Sumba (FPLH-Sumba) melakukan aksi di dua tempat, yaitu di lokasi PT Fathi Resource melakukan pengeboran, di Desa Pahulu Bandil, Kecamatan Matawai Lapau dan di Taman Kota Matawai, Waingapu, Sumba Timur. Aksi ini diikuti puluhan masyarakat dan aktivis lingkungan. Di lokasi pengeboran aksi juga diikuti oleh masyarakat adat yang tergabung dalam Forum Anda Li Luku Pala.


Di lokasi pengeboran, FPLH-Sumba bersama masyarakat adat menduduki lokasi pengeboran pada lima titik selama 6 jam. Selanjutnya FPLH-Sumba bersama masyarakat melakukan aksi penanaman anakan pohon disekitar lokasi pengeboran, bahkan pada titik yang telah ditandai untuk pengeboran. Aksi kemudian diakhiri dengan membacakan pernyataan sikap di Base Camp PT Fathi Resource. Pembacaan pernyataan sikap ini dilakukan oleh perwakilan aksi, Umbi Ngonja. Massa menolak adanya segala aktivitas tambang yang dilakukan oleh PT Fathi Resource. adapun dasar penolakannya adalah:

 

1.  Kawasan Hutan Lai-Wangi, Wanggameti, merupakan zona Penyangga dan daerah tangkapan air   bagi Kabupaten Sumba Timur. Wilayah ini juga pembagi air terbesar bagi 65 anak sungai termasuk (DAS Kambaniru, Melolo, daerah irigasi terbesar di Sumba Timur) dari 144 anak sungai yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Lebih dari setengah jumlah anak sungai yang ada di Kabupaten Sumba Timur menggantungkan nasibnya dari Hutan Lai-Wangi Wanggameti.

 

2.  Berdasarkan kajian PEMDA bahwa Hutan di Sumba Timur tinggal 6%, karena itu kami menolak apapun bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kawasan Hutan Wanggameti.

 

3. Sebagian besar masyarakat Sumba Timur hidup di sepanjang daerah aliran sungai (DAS)

 

4. Sejak dahulu telah dilakukan Sumpah adat untuk menjaga kawasan Hutan Laiwanggi Wanggameti.


Penolakan tambang oleh elemen masyarakat di Sumba telah dilakukan sejak tahun 1998, ketika PT PHP masuk.


Massa juga mempertanyakan ijin dan hasil dari eksplorasi yang dilakukan oleh PT Fathi, namun perwakilan PT Fathi selalu mengatakan bahwa semua ada di DISTAMBEN dan Kantor Perwakilan PT Fathi Resource Waingapu.


Beberapa fakta yang diperoleh FPLH Sumba bersama masyarakat adat:

1.  Sesuai dengan Pernyataan Sekda Sumba Timur pada tanggal 31 Mei 2010 di Pos Kupang, bahwa pemerintah telah meminta PT Fathi untuk tidak mengambil air di Danau Laiwolang, namun kenyataannya mesin tersebut masih tetap beroperasi bahkan telah dibangun sebuah pos jaga oleh PT Fathi.

 

2. Berdasarkan informasi yang dari PT Fathi, mereka belum menerima Perintah Penghentian Pengambilan air pada Danau Laiwolang.

 

3.  Tim pengkaji tidak pernah sampai ke lokasi pengeboran.

 

4.  Telah terjadi longsor baru di sekitar lokasi pengeboran, akibat pembukaan jalan oleh PT Fathi. Hal tersebut sering terjadi karena kondisi dan struktur tanah yang sangat labil, juga kemiringan lereng yang sangat curam sekitar 40 – 70°.

 

 

Aksi di Taman Kota Matawai-Waingapu-Sumba Timur, diikuti oleh kurang lebih 300 orang. Mereka menyerukan kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar selalu memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. FPLH memberi ultimatum kepada pemerintah jika Bupati Sumba Timur tidak mengeluarkan rekomendasi kepada PT Fathi Resource Jakarta untuk menghentikan seluruh aktivitasnya, maka sampai kapanpun FPLH akan terus melakukan perlawanan. FPLH juga menyampaikan somasi kepada beberapa media massa yang ada di Sumba Timur yang tidak berpihak ke rakyat, dan justru membela kebijakan yang diambil oleh Pemda Sumba Timur dan Pemprov NTT.

 

Sampai kapanpun FPLH-Sumba dan Masyarakat Adat Sumba Timur tetap menolak seluruh kegiatan pertambangan termasuk konsesi yang diberikan ke PT Fathi Resource, yang seluruhnya masuk dalam kawasan Hutan Laiwanggi, Wanggameti dan Kawasan Hutan Manupei Tanadaru.” ujar pimpinan aksi dalam orasinya.


Disadur dari Laporan Aksi FPLH-Sumba tanggal 5 Juni 2010


Editor Review Komentar Quote Related articles Read more...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

EnglishBahasa Indonesia

Login Form






Lost Password?

Action Calls

Polling

Apa pendapat anda mengenai tampilan website PIKUL saat ini?
 

Newsletter & Majalah PIKUL

  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL
  • Majalah PIKUL

Statistik

 

Annual Report

Laporan Tahunan 2008

Laporan Tahunan 2008 Laporan Tahunan PIKUL pada Periode Tahun...
Selengkapnya

Analisa Media

Analisa Media Tahun 2009

Analisa Media Tahun 2009 Analisis Media yang bersumber dari...
Selengkapnya

Publikasi Mitra

Publikasi Mitra

Publikasi Mitra Publikasi Mitra PIKUL di NTTT Lihat...
Selengkapnya

Penelitian

Penelitian Energi

Penelitian Energi Penelitian Ketahanan Energi oleh...
Selengkapnya